Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ad

Monday, June 4, 2012

hidup untuk diuji

Hidup adalah ujian,

Hidup untuk membuat pilihan,

Terkadang keliru,

Diri sendiri tertipu...


Berfikir selagi mampu,

Bertenang sedaya mungkin,

Kuatkan hati walau mungkin tak segagah mana,

Hidup perlu diteruskan...


Mode: merenung kehidupan


Tadi hajat di hati nak ziarah teman dan ajak dia ke klinik utk sambung mc lepas seminggu kat rumah akibat paru2 berair...sampai kat rumah dia, dia nampak sangat tak sihat...bergegas bawa dia ke wad kecemasan...moga dia kembali pulih...


Hati tersentuh pabila dia berusaha menjawab telefon dari anaknya dan berkali2 menyatakan dia sihat dan minta anaknya jangan risaukan dia..walhal dia memang tak ok..


Melihat kasihnya ibu...


Dan terngiang2 pesanan mak aku selalu...habuan dia macam tu, habuan kita tak tau mcam mana lagi esok2 ni....


Hidup penuh dengan perkara2 yang menghidupkan...


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sunday, June 3, 2012

ACEH 9 : Pantai Lampuuk

meneruskan hari kedua di bumi Aceh, ke Pantai Lampuuk jom...

sesapa yang berminat nak dok kat homestay ni? 
kebanyakan mat saleh yang dok kat sini..

owner, bapak kawan abg yani

open air tu..he he

pondok utk rehat2 dan berkelah..

tak perlu naik bot ke pulau dah boleh main air yang jernih.. kalau kat pulau sabang, mesti lagi best..

rugi pulak tak spare baju lebih.. kalau tak, boleh mandi pantai ni..



mulanya tak plan pun nak lunch kat tepi pantai ni tapi memandangkan dah kul 2 lebih, so order je la kat sini.. yang bakar2 mcm kat bawah ni ja yg ada kat sini..

buah kelapa ni sangat banyak airnya..besar sungguh..tak larat nak abihkan..

sedapppp

fresh

nampak ja goreng kosong macam ni tapi kalau makan dgn sambal kat bawah ni...fuhhhhh..telan air liur kejap..


Alhamdulillah

kami singgah kat Masjid Rahmatullah berdekatan, yang merupakan masjid yg berdiri ketika dilanda tsunami.. sengaja dibiarkan sebahagian runtuhan kekal untuk peringatan kepada generasi akan datang...

foto2 yang dipamerkan kat dalam masjid..


kawasan Pantai Lampuuk sewaktu tsunami



kini



tersergam kukuh



































Saturday, June 2, 2012

menu kenduri

Zaman berubah...


Aku dgn housemate lama dok kat meja makan kenduri hari ni...sebelum menu seperti dalam gambar, kami dah selesai dengan nasi minyak, laksa dan ais kacang... ;)


Published with Blogger-droid v2.0.4

masa

Dah masuk jun..

Cepatnya masa berlalu..

Jarum saat bergerak lebih pantas ka?

Sibuk sampai tak sempat nak melayan perasaan.... ;p


Published with Blogger-droid v2.0.4

Wednesday, May 30, 2012

ACEH 8 : Cut Nyak Din & Pantai Lhoknga

Selepas melewat muzium tsunami, kami berkesempatan melawat tapak rumah pahlawan aceh, Cut Nyak Din.. rumah ni merupakan rumah tradisional aceh..

Siapa Cut Nyak Din ni? boleh teruskan baca info kat bawah ni..

"Cut Nyak Din adalah pahlawan nasional, sang wanita baja dari tanah serambi Mekah, tokoh pejuang kemerdekaan yang berkiprah sebelum masa kebangkitan nasional. Namanya begitu populer sehingga sutradara Eros Djaroet pernah mengangkat kisah kehidupan (biografinya) dalam layar lebar. Cut Nyak Din lahir di Lampadang Provinsi Aceh tahun 1850 dan wafat dalam pengasingan di Sumedang Jawa Barat 6 November 1908. Cut Nyak Din menikah pada usia 12 tahun dengan Teuku Cik Ibrahim Lamnga. Namun pada suatu pertempuran di Gletarum,Juni 1878, sang suami Teuku Ibrahim gugur. Kemudian Cut Nyak Dien bersumpah hanya akan Menerima pinangan dari laki-laki yang bersedia membantu untuk menuntut balas kematian Teuku Ibrahim. 

Cut Nyak Din akhirnya menikah kembali dengan Teuku Umar tahun 1880 juga seorang pejuang Aceh yang sangat disegani Belanda. Sejak menikah dengan Teuku Umar, tekad perjuangan Cut Nyak Din makin besar. Ia berjuang bersama suaminya sejak tahun 1893 hingga Maret 1896. Dalam perjuangannya Teuku Umar berpura-pura bekerjasama dengan Belanda sebagai taktik untuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang lainnya. Sementara itu Cut Nyak Din berjuang melawan Belanda di kampung halaman Teuku Umar. Teuku Umar akhirnya kembali lagi bergabung dengan para pejuang Aceh lainnya setelah berhasil mendapatkan peralatan perang dan taktiknya diketahui Belanda. Tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur dalam pertempuran sengit di Meulaboh, namun Cut Nyak Din teus melawan Belanda dengan cara bergerilya. Ia tidak pernah mau berdamai dengan Belanda yang disebutnya ”kafir-kafir”. Perjuangannya yang berat dengan bergerilya keluar masuk hutan membuat kondisi pasukan dan kesehatannya mengkhawatikan. Cut Nyak Dien menderita sakit encok dan matanya menjadi rabun. Merasa kasihan dengan kondisi pimpinannya, para pengawal Cut Nyak Dien akhirnya membuat kesepakatan dengan Belanda bahwa Cut Nyak Dien boleh ditangkap dengan catatan diperlakukan secara terhormat danbukan sebagai penjahat perang. Setelah menjadi tawanan, Cut Nyak Dien masih sering didatangi para simpatisan dan orang-orang syang setia kepadanya. Belanda menjadi curiga sehingga Cut Nyak Dien diasingkan di Sumedang Jawa Barat tanggal 11 Desemeber 1905.

Cut Nyak dien akhirnya wafat di pengasingan. Ia tetap dikenang rakyat Indonesia sebagai pejuang yang berhati baja sekaligus ibu dari rakyat Aceh. Pemerintah RI menganugerahi gelar pahlawan kemerdekaan nasional berdasarkan SK Presiden RI No 106/1964."























di tepi kawasan rumah ni, ada gerai2 menjual produk makanan aceh..

pemandangan sewaktu menuju pantai lhoknga.. segar..

love this.. :)

jambatan asal sebelum tsunami

kebanyakan tempat ada tugu tsunami..

pantai lhoknga.. tempat org surf.. tapi kami sampai waktu tengahari, so belum ada org dok surfing lagi, selalunya waktu petang.. dan takde orang pun waktu kami sampai di situ.. kawasan ni pun teruk jugak dilanda tsunami..

cantik tapi berisiko...